To ensure academic coherence, intellectual depth, and a shared scholarly standard, all papers presented at ICAS 2026 are expected to follow the official template of the Journal of Aisyiyah Studies. This template is designed not merely as a technical formatting guide, but as a conceptual framework that reflects the journal’s distinctive identity. Authors are required to use the template consistently in preparing their full papers, including structure, citation style, and overall presentation. The official template can be downloaded here: “The Template of Full Paper” Title The title should be concise, conceptually precise, and analytically grounded. It must reflect the central argument, theoretical contribution, or critical perspective of the paper rather than merely describing the topic. A strongContinue Reading

Yogyakarta — Peluncuran dan diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang temu lintas jejaring yang memperlihatkan luasnya resonansi gagasan perempuan berkemajuan. Tercatat sebanyak 214 peserta hadir, merepresentasikan spektrum yang beragam dari lingkungan ‘Aisyiyah, Muhammadiyah, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil. Peserta datang dari berbagai level kepemimpinan ‘Aisyiyah, mulai dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY, hingga Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah dari Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Kehadiran ini menunjukkan bahwa isu yang diangkat dalam buku syarah memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan gerakan di berbagai tingkatan. Selain itu, turut hadir Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah Gamping, serta utusan dari organisasi otonom Muhammadiyah seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan NasyiatulContinue Reading

Yogyakarta — Dalam rangkaian kegiatan peluncuran dan diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan, Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, Dr. Muhammad Ali Imron, menegaskan pentingnya menghubungkan produksi gagasan dengan dampak nyata bagi masyarakat. Sebagai pembina sekaligus atasan langsung The Aisyiyah Center (TAC), ia melihat kegiatan ini sebagai bagian dari strategi besar penguatan peran kampus dalam pengembangan ilmu yang berorientasi pada kemaslahatan. Dalam pernyataannya, Dr. Ali Imron menekankan bahwa kehadiran buku syarah ini menunjukkan kapasitas UNISA sebagai institusi yang mampu menghasilkan karya intelektual yang tidak hanya kuat secara konseptual, tetapi juga relevan secara sosial. Ia menilai bahwa Risalah Perempuan Berkemajuan merupakan fondasi ideologis yang penting, dan syarah menjadi langkah lanjut untuk menjadikannya lebih operasional dan berdampak. Ia juga menggarisbawahiContinue Reading

Yogyakarta — Sebagai bagian dari tim penyelenggara, The Aisyiyah Center (TAC) UNISA Yogyakarta menegaskan bahwa peluncuran dan diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan bukan sekadar agenda akademik, tetapi bagian dari strategi gerakan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris TAC, Fitri Maulidah Rahmawati, S.E., M.M. Dalam pernyataannya, Fitri menekankan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai titik temu antara gagasan dan implementasi. Menurutnya, TAC memposisikan diri tidak hanya sebagai pusat kajian, tetapi sebagai platform penggerak yang memastikan bahwa setiap produk pemikiran memiliki jalur keberlanjutan dalam bentuk program, riset, maupun intervensi sosial. Ia melihat buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan sebagai salah satu fondasi penting dalam memperkuat arah kerja TAC ke depan. Syarah ini, dalam pandangannya, menyediakan kerangka ideologis yang lebih operasional, yangContinue Reading

Yogyakarta — Sebagai salah satu penyelenggara kegiatan peluncuran dan diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan, Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menegaskan perannya bukan sekadar sebagai ruang penyimpanan pengetahuan, tetapi sebagai ruang hidup gagasan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Perpustakaan UNISA Yogyakarta, Zeni Istiqamah, M.IP. Dalam pernyataannya, Zeni menekankan bahwa keterlibatan perpustakaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi peran institusi perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyedia koleksi, tetapi sebagai co-creator dalam ekosistem keilmuan—menghadirkan ruang pertemuan antara teks, penulis, dan pembaca dalam satu dinamika intelektual yang hidup. Ia melihat peluncuran buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan sebagai momentum penting untuk menghidupkan tradisi literasi yang lebih reflektif dan dialogis. Buku, dalam pandangannya, tidak berhenti sebagaiContinue Reading

Yogyakarta — Dalam diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan, Ro’fah, Ph.D memberikan penekanan penting pada dimensi ideologis buku ini, khususnya dalam kaitannya dengan ideologi transformatif. Ia melihat bahwa syarah ini tidak berhenti pada upaya menjelaskan teks, tetapi bergerak lebih jauh: memperkuat orientasi perubahan sosial dalam gerakan perempuan ‘Aisyiyah. Menurut Ro’fah, Risalah Perempuan Berkemajuan sejak awal memang mengandung energi transformasi—sebuah visi tentang perempuan sebagai subjek aktif yang tidak hanya beradaptasi dengan perubahan, tetapi turut membentuk arah peradaban. Dalam konteks ini, syarah menjadi penting karena membantu menajamkan bagaimana energi transformasi tersebut dapat dibaca secara lebih kritis dan operasional. Ia menyoroti bahwa ideologi transformatif menuntut lebih dari sekadar komitmen normatif. Ia membutuhkan keberanian untuk membaca realitas secara jujur, termasuk melihatContinue Reading

Yogyakarta — Dalam sesi pembahasan buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan, Dr. Siti ‘Aisyah, M.Ag. menyoroti satu isu krusial yang kerap menjadi titik lemah dalam banyak gerakan: jarak antara teks dan praksis. Ia menegaskan bahwa kekuatan sebuah risalah tidak hanya ditentukan oleh kedalaman gagasannya, tetapi oleh sejauh mana ia disosialisasikan, dipahami, dan dihidupkan secara kolektif. Menurutnya, kehadiran syarah merupakan langkah penting, tetapi belum cukup. Syarah harus dilanjutkan dengan strategi diseminasi yang masif dan sistematis ke seluruh jejaring ‘Aisyiyah—dari tingkat pusat hingga ranting. Tanpa itu, risalah dan syarah berpotensi menjadi dokumen elitis yang beredar di kalangan terbatas, tanpa daya ubah yang nyata di akar rumput. Dr. Siti ‘Aisyah menekankan bahwa sosialisasi tidak boleh dimaknai sekadar sebagai penyampaian informasi, melainkanContinue Reading