Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Dengan mengeksplorasi klinik amal Islam di Indonesia, makalah ini menunjukkan bagaimana inisiatif berbasis masyarakat dan lembaga zakat telah memberikan akses yang lebih luas ke layanan kesehatan yang layak bagi keluarga miskin di daerah perkotaan dan pedesaan yang miskin. Lembaga zakat, dengan klinik amal mereka, baru-baru ini mendapatkan dukungan kuat dari masyarakat dan pemerintah. Mereka, misalnya, telah mencoba membawa respon masyarakat terhadap tantangan sosial ekonomi saat iniContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Studi kasus layanan kesehatan amal Islam Muhammadiyah di pulau Jawa dan Sumatera, Indonesia, dilakukan pada tahun 2008, untuk menilai dampak privatisasi layanan kesehatan terhadap penyedia layanan berorientasi sosial ini, terutama dalam hal akses bagi masyarakat miskin. Temuan-temuan yang disajikan di sini terutama berkaitan dengan dampak terhadap pelayanan kesehatan dan kontrasepsi ibu dan anak Muhammadiyah. Untuk bertahan dan berkembang di tengah pesaing swasta dan publik, unit perawatanContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Identitas keibuan gencar dikerahkan saat kampanye pemilihan presiden Indonesia 2019. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan aktivis perempuan di Jakarta dan sekitarnya dari September 2018 hingga April 2019, artikel ini menganalisis kontestasi ide tentang identitas keibuan yang diungkapkan dalam retorika kampanye “kekuatan emak-emak” (ibu kelas pekerja biasa ) dan “Ibu Bangsa” (Bunda Bangsa). Ia berpendapat bahwa “kekuatan emak-emak”, yang digunakan oleh kampanye Prabowo-Sandi, adalah narasi populis yangContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Uraian di bawah ini menjelaskan praktik ifta’ kontemporer di Muhammadiyah, organisasi Muslim modernis terkemuka di Indonesia, dengan perhatian khusus pada Majelis Tarjih, badan yang bertugas mengeluarkan fatwa sejak 1927. Setelah menjelaskan ideologi Muhammadiyah, dan metode kerja Majelis Tarjih dan wewenangnya, saya mengkaji dan membahas beberapa fatwa yang berkaitan dengan praktik sinkretis di Indonesia dan salah satu fatwa tentang boleh tidaknya seorang perempuan menduduki posisi otoritas diContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Tulisan ini menganalisis keberadaan perempuan Syi’ah di Indonesia sebagai kelompok agama minoritas. Meskipun kajian terhadap berbagai aspek kehidupan dan organisasi perempuan dalam konteks Indonesia semakin meningkat, hanya sedikit yang membahas isu agama dan perempuan, khususnya perempuan dari kelompok agama minoritas. Hanya dalam beberapa tahun terakhir para ulama lebih memperhatikan divisi perempuan organisasi Muslim, dengan fokus terutama pada organisasi perempuan Muslim Sunni seperti Aisyiyyah, Muslimat NU, PersistriContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Nahdlatul Ulama didirikan pada tahun 1926 di Surabaya oleh sekelompok ulama, Hasjim Asj’ari (w. 1947), Wahab Chasbullah (w. 1971) dan Bisri Syamsuri (w. 1980). Tujuan mereka adalah untuk mewakili kepentingan Islam tradisional, khususnya sistem pesantren. Kiai, pemimpin Islam pesantren, selalu memberikan pengaruh kuat pada masyarakat daerah melalui pengetahuan dan otoritas agama mereka. Nahdlatul Ulama menarik lebih konservatif, Muslim tradisionalis di pedesaan dan kota kecil Jawa, denganContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Nasyi’atul Aisyiyah merupakan salah satu organisasi otonom putri Muhammadiyah. Organisasi ini menyerap keanggotaan yang beragam. Dalam keragaman itu terjadi dialektika di antara putri-putri Muhammadiyah dengan segala dinamikanya. Hal ini menjadikan identitas sebagai putri Muhammadiyah selalu dinegosiasikan dengan dinamika yang terjadi dalam internal organisasi. Artikel berikut akan mengulas dinamika tersebut.Continue Reading