Al-Shifa binti ‘Abdullah
Dalam sejarah Islam awal, Al-Shifa binti ‘Abdullah al-‘Adawiyyah menempati posisi yang unik sebagai salah satu perempuan yang dikenal memiliki kemampuan literasi pada masa ketika kemampuan membaca dan menulis masih sangat terbatas dalam masyarakat Arab. Ia tidak hanya dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad, tetapi juga sebagai figur yang berperan dalam penyebaran pengetahuan dan dalam pengelolaan kehidupan sosial di Madinah. Dalam berbagai sumber klasik, Al-Shifa muncul sebagai perempuan yang memiliki kompetensi intelektual dan dipercaya oleh otoritas politik untuk menjalankan fungsi administratif dalam masyarakat Muslim awal. Sumber-sumber biografi sahabat mencatat bahwa Al-Shifa termasuk perempuan Quraisy yang telah memiliki kemampuan membaca dan menulis bahkan sebelum Islam datang. Ibn Sa‘d dalam al-Ṭabaqāt al-Kubrā menyebut bahwa ia adalah salah satu perempuan yang dikenalContinue Reading







