Yogyakarta — Dalam rangkaian kegiatan peluncuran dan diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan, Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, Dr. Muhammad Ali Imron, menegaskan pentingnya menghubungkan produksi gagasan dengan dampak nyata bagi masyarakat. Sebagai pembina sekaligus atasan langsung The Aisyiyah Center (TAC), ia melihat kegiatan ini sebagai bagian dari strategi besar penguatan peran kampus dalam pengembangan ilmu yang berorientasi pada kemaslahatan.
Dalam pernyataannya, Dr. Ali Imron menekankan bahwa kehadiran buku syarah ini menunjukkan kapasitas UNISA sebagai institusi yang mampu menghasilkan karya intelektual yang tidak hanya kuat secara konseptual, tetapi juga relevan secara sosial. Ia menilai bahwa Risalah Perempuan Berkemajuan merupakan fondasi ideologis yang penting, dan syarah menjadi langkah lanjut untuk menjadikannya lebih operasional dan berdampak.
Ia juga menggarisbawahi peran The Aisyiyah Center sebagai knowledge hub yang mengintegrasikan riset, publikasi, dan program pengabdian. Dalam kerangka ini, TAC tidak hanya memproduksi wacana, tetapi juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa wacana tersebut diterjemahkan menjadi program yang terukur dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Dr. Ali Imron menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dan riset dalam mengembangkan gagasan perempuan berkemajuan. Menurutnya, setiap ide besar harus ditopang oleh kajian empiris yang kuat agar dapat menjadi dasar kebijakan, program, dan intervensi sosial yang efektif. Dengan demikian, sinergi antara ideologi dan ilmu pengetahuan menjadi kunci dalam memperkuat kontribusi kampus.
Ia juga melihat kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat positioning UNISA Yogyakarta di tingkat nasional dan internasional, khususnya dalam bidang kajian perempuan dan Islam berkemajuan. Produk-produk intelektual seperti buku syarah ini, menurutnya, memiliki potensi untuk menjadi rujukan yang lebih luas, sekaligus memperkuat reputasi akademik institusi.
Dalam penutupnya, Dr. Ali Imron menegaskan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan keberlanjutan. Buku ini harus diikuti dengan agenda-agenda strategis lain—baik dalam bentuk riset lanjutan, publikasi ilmiah, maupun program pengabdian masyarakat—agar gagasan yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak nyata.
Melalui pernyataan ini, terlihat jelas arah yang ingin dibangun: menjadikan kampus sebagai pusat produksi gagasan yang tidak berhenti pada wacana, tetapi bergerak menuju transformasi sosial yang terukur dan berkelanjutan.



