Keluarga, Perempuan, dan Reproduksi Peradaban: Ruang Privat yang Terlalu Publik
Keluarga sering dipahami sebagai ruang paling privat dalam kehidupan manusia—tempat nilai ditanamkan, kasih sayang dirawat, dan identitas dibentuk. Namun, di balik kesan privat itu, keluarga sesungguhnya adalah ruang yang sangat publik dalam dampaknya. Apa yang terjadi di dalamnya tidak pernah berhenti di dalamnya. Ia direproduksi, diwariskan, dan menjadi fondasi bagi cara sebuah masyarakat bekerja. Dalam konteks ini, perempuan hampir selalu berada di pusat—tetapi tidak selalu dalam posisi yang menentukan. Selama ini, perempuan ditempatkan sebagai “penjaga keluarga.” Ia diharapkan menjadi pendidik pertama, pengelola emosi, sekaligus penjaga moral. Narasi ini tampak mulia, tetapi perlu dibaca secara kritis. Sebab dalam banyak kasus, peran ini tidak disertai dengan distribusi kuasa yang setara. Perempuan memikul tanggung jawab besar dalam keluarga, tetapi tidakContinue Reading







