Yogyakarta — Sebagai bagian dari tim penyelenggara, The Aisyiyah Center (TAC) UNISA Yogyakarta menegaskan bahwa peluncuran dan diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan bukan sekadar agenda akademik, tetapi bagian dari strategi gerakan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris TAC, Fitri Maulidah Rahmawati, S.E., M.M.
Dalam pernyataannya, Fitri menekankan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai titik temu antara gagasan dan implementasi. Menurutnya, TAC memposisikan diri tidak hanya sebagai pusat kajian, tetapi sebagai platform penggerak yang memastikan bahwa setiap produk pemikiran memiliki jalur keberlanjutan dalam bentuk program, riset, maupun intervensi sosial.
Ia melihat buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan sebagai salah satu fondasi penting dalam memperkuat arah kerja TAC ke depan. Syarah ini, dalam pandangannya, menyediakan kerangka ideologis yang lebih operasional, yang dapat diturunkan menjadi berbagai agenda strategis—mulai dari penguatan kaderisasi, pengembangan riset tematik, hingga desain program pemberdayaan perempuan berbasis nilai Islam berkemajuan.
Fitri juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Kerja sama dengan Perpustakaan UNISA Yogyakarta menunjukkan bahwa penguatan gagasan tidak bisa berjalan secara sektoral, tetapi membutuhkan sinergi antar-unit dalam ekosistem kampus. Kolaborasi ini, menurutnya, menjadi model bagaimana produksi dan diseminasi pengetahuan dapat berjalan secara terpadu.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa TAC akan menindaklanjuti momentum ini dengan langkah-langkah konkret. Di antaranya adalah pengembangan forum diskusi lanjutan, integrasi gagasan syarah dalam program riset TAC, serta penyusunan modul-modul turunan yang dapat digunakan dalam pelatihan dan kaderisasi di lingkungan ‘Aisyiyah.
Dalam perspektifnya, keberhasilan sebuah buku tidak hanya diukur dari jumlah pembaca, tetapi dari sejauh mana ia mampu menggerakkan tindakan. Oleh karena itu, TAC berkomitmen untuk memastikan bahwa Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi dasar dalam merancang program-program yang berdampak nyata.
Melalui pernyataan ini, Fitri Maulidah Rahmawati menegaskan arah kerja The Aisyiyah Center: menjadikan gagasan sebagai energi gerakan. Sebuah upaya untuk memastikan bahwa pemikiran perempuan berkemajuan tidak hanya diproduksi, tetapi juga diimplementasikan secara sistematis, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.



