Ideologi Transformatif dan Arah Perubahan

Yogyakarta — Dalam diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan, Ro’fah, Ph.D memberikan penekanan penting pada dimensi ideologis buku ini, khususnya dalam kaitannya dengan ideologi transformatif. Ia melihat bahwa syarah ini tidak berhenti pada upaya menjelaskan teks, tetapi bergerak lebih jauh: memperkuat orientasi perubahan sosial dalam gerakan perempuan ‘Aisyiyah.

Menurut Ro’fah, Risalah Perempuan Berkemajuan sejak awal memang mengandung energi transformasi—sebuah visi tentang perempuan sebagai subjek aktif yang tidak hanya beradaptasi dengan perubahan, tetapi turut membentuk arah peradaban. Dalam konteks ini, syarah menjadi penting karena membantu menajamkan bagaimana energi transformasi tersebut dapat dibaca secara lebih kritis dan operasional.

Ia menyoroti bahwa ideologi transformatif menuntut lebih dari sekadar komitmen normatif. Ia membutuhkan keberanian untuk membaca realitas secara jujur, termasuk melihat ketimpangan, ketidakadilan, dan struktur sosial yang membatasi peran perempuan. Syarah, dalam hal ini, membuka ruang bagi pembacaan yang lebih reflektif dan kritis terhadap realitas tersebut, sekaligus menawarkan kerangka nilai untuk melakukan perubahan.

Lebih jauh, Ro’fah melihat bahwa kekuatan buku ini terletak pada kemampuannya menjembatani antara nilai dan aksi. Banyak gerakan yang kuat pada tataran nilai, tetapi lemah dalam strategi perubahan. Sebaliknya, ada pula yang aktif secara praksis, tetapi kehilangan arah ideologis. Syarah ini, menurutnya, memiliki potensi untuk menghubungkan keduanya—menjadikan nilai sebagai basis tindakan, dan tindakan sebagai ekspresi dari nilai.

Ia juga menekankan bahwa transformasi yang dimaksud bukanlah perubahan yang instan atau sporadis, tetapi proses yang berkelanjutan dan terarah. Dalam hal ini, syarah dapat berfungsi sebagai kompas—memberi orientasi dalam menghadapi kompleksitas zaman, termasuk tantangan global seperti krisis kemanusiaan, ketimpangan gender, hingga perubahan sosial akibat teknologi.

Ro’fah turut menggarisbawahi pentingnya menjaga agar ideologi transformatif ini tetap kontekstual. Artinya, risalah dan syarah harus terus dibaca dalam dialog dengan realitas yang berubah, tanpa kehilangan akar nilai Islam berkemajuan. Di sinilah peran intelektual dan kader menjadi penting: memastikan bahwa transformasi tidak kehilangan arah, dan bahwa ideologi tetap hidup dalam praktik.

Dalam pandangannya, Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan merupakan salah satu langkah penting dalam memperkuat fondasi ideologis gerakan perempuan. Namun, ia mengingatkan bahwa pekerjaan besar sesungguhnya justru dimulai setelah buku ini terbit—yakni bagaimana menjadikannya sebagai energi kolektif untuk mendorong perubahan yang nyata.

Dengan demikian, Ro’fah menempatkan syarah ini sebagai bagian dari proyek yang lebih besar: membangun gerakan perempuan yang tidak hanya bertahan, tetapi mentransformasikan realitas—secara kritis, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai Islam berkemajuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *