Syarah sebagai Teks Penggerak
Yogyakarta — Dalam sesi inti peluncuran dan diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan, paparan Dr. Askuri, M.Si. sebagai penulis menghadirkan kerangka berpikir yang memperluas makna syarah itu sendiri. Ia tidak menempatkan syarah sebagai sekadar penjelasan atas teks, tetapi sebagai teks penggerak—sebuah medium yang mendorong transformasi dari gagasan ke praksis. Menurutnya, Risalah Perempuan Berkemajuan adalah teks ideologis yang padat, yang memuat nilai, arah, dan visi gerakan. Namun, sebagaimana banyak teks normatif lainnya, risalah memerlukan proses pembacaan ulang agar tetap hidup dalam konteks yang terus berubah. Di sinilah syarah bekerja: membuka lapisan makna, menghubungkan konsep dengan realitas, serta menghadirkan kemungkinan-kemungkinan baru dalam praktik gerakan. Askuri menekankan bahwa tradisi syarah dalam keilmuan Islam selalu memiliki dua fungsi sekaligus: menjaga otoritasContinue Reading







