Perpustakaan sebagai Ruang Hidup

Yogyakarta — Sebagai salah satu penyelenggara kegiatan peluncuran dan diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan, Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menegaskan perannya bukan sekadar sebagai ruang penyimpanan pengetahuan, tetapi sebagai ruang hidup gagasan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Perpustakaan UNISA Yogyakarta, Zeni Istiqamah, M.IP.

Dalam pernyataannya, Zeni menekankan bahwa keterlibatan perpustakaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi peran institusi perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyedia koleksi, tetapi sebagai co-creator dalam ekosistem keilmuan—menghadirkan ruang pertemuan antara teks, penulis, dan pembaca dalam satu dinamika intelektual yang hidup.

Ia melihat peluncuran buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan sebagai momentum penting untuk menghidupkan tradisi literasi yang lebih reflektif dan dialogis. Buku, dalam pandangannya, tidak berhenti sebagai objek baca, tetapi menjadi titik awal percakapan, perdebatan, dan pengembangan gagasan di kalangan sivitas akademika dan jejaring ‘Aisyiyah.

Zeni juga menyoroti pentingnya menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang inklusif dan terbuka bagi berbagai wacana strategis, termasuk isu perempuan berkemajuan. Dengan menjadi bagian dari penyelenggara kegiatan ini, perpustakaan mengambil posisi aktif dalam mendukung penguatan ideologi gerakan melalui jalur literasi dan diseminasi pengetahuan.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong sebagai agenda berkelanjutan. Perpustakaan UNISA berkomitmen untuk menjadi simpul penghubung antara produksi pengetahuan dan penyebarannya—melalui diskusi buku, forum ilmiah, hingga pengembangan akses digital yang memungkinkan gagasan menjangkau audiens yang lebih luas.

Dalam konteks ini, kolaborasi dengan The Aisyiyah Center dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran perpustakaan dalam ekosistem intelektual kampus. Sinergi ini tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan program literasi yang lebih terarah dan berdampak.

Melalui pernyataan ini, Zeni Istiqamah menegaskan bahwa perpustakaan memiliki posisi penting dalam memastikan bahwa karya-karya intelektual seperti Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan tidak hanya tersimpan, tetapi benar-benar hidup—dibaca, didiskusikan, dan menjadi bagian dari gerak pengetahuan yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *