Fatmawati, ibu negara pertama. Dikenal pula sebagai penjahit bendera Sang Saka Merah Putih. Pada jari dan sentuhan tangannya yang lembut itu pertama kali bendera merah putih berkibar gagah. Seorang perempuan cantik putri seorang aktivis Muhammadiyah dari Bengkulu. Konon untuk mempersunting Fatmawati, Soekarno harus berdarah-darah. Namun Soekarno juga harus berpisah dengan Fatmawati yang dengan amat susah disuntingnya karena kehadiran Hartini. Sebab Fatmawati pantang dipoligami karena itu pula ia juga dikenal anti-poligami. ”Datang ke Mekkah sudah menjadi pendaman cita-citaku, saban hari aku melakukan dzikir dan membaca syahadat serta memohon supaya diberi kekuatan mendekat kepada Allah. Juga memohon supaya diberi oleh Tuhan keberanian dan melanjutkan perjuangan fi sabilillah. Aku berdoa untuk cita-cita seperti semula yaitu Indonesia merdeka” Fatmawati Sukarno PernikahannyaContinue Reading

Nama Siti Walidah selalu lekat dengan nama besar suaminya, Kiai Haji Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah. Bukan sekali dua kali Siti Walidah terlibat dalam kegiatan-kegiatan organisasi pembaruan Islam yang berbasis di Yogyakarta itu. Kepemimpinan Siti Walidah di balik layar membuatnya sering dijuluki “Ibu Muhammadiyah”. Siti Walidah lahir di Kampung Kauman Yogyakarta pada 3 Januari 1872. Di kampung itulah Walidah mendapatkan pelajaran agama dan pengetahuan dasar dari keluarganya. Ia sudah pandai mengaji sedari kecil berkat ajaran langsung sang ayah, seorang ulama terpandang di kampungnya. Menurut buku Nyai Ahmad Dahlan (1981) yang ditulis Suratmin, ayah Walidah merupakan kiai penghulu Keraton Yogyakarta bernama Haji Muhammad Fadlil. Selain menjadi penghulu, sang kiai juga dikenal sebagai juragan batik. Bersama istri satu-satunya, Kiai FadlilContinue Reading

Aisyiyah merupakan organisasi otonom bagi wanita Muhammadiyah yang dibentuk oleh Siti Walidah atau yang biasa dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan bersama dengan suaminya, Kiai Haji Ahmad Dahlan. Aisyiyah didirikan pada tanggal 19 Mei 1917 (27 Rajab 1335 H) di Yogyakarta. Organisasi ini terbentuk di waktu yang bersamaan dengan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada tanggal 27 Rajab 1335 H. Tujuan dibentuknya organisasi ini yaitu sebagai wadah pergerakan bagi kaum wanita Muhammadiyah. Pada awalnya, organisasi ini memiliki nama Sopo Tresno, yang memiliki makna literal ‘siapa suka atau siapa cinta’. Lahirnya Sopo Tresno digagasi oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan bersama istrinya, Nyai Ahmad Dahlan. Pada waktu itu, Sopo Tresno belum menjadi organisasi, hanya suatu forum pengajian untuk wanita,Continue Reading

Salah satu program The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta ialah Diskusi Bulanan (DIBA) yang diselenggarakan dalam beberapa series. Program ini dimaksudkan untuk mengembangkan kajian tentang Aisyiyah Studies sebagai sistem pengetahuan di perguruan tinggi Aisyiyah. Dalam serial kali ini, The Aisyiyah Center menghadirkan peneliti untuk mendorong pertumbuhan riset tentang Aisyiyah di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Kedua narasumber mengeksplorasi perspektif tentang Aisyiyah dalam rangka memberikan pengetahuan mendasar tentang Aisyiyah bagi civitas academika Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Beberapa pokok pikiran yang dieksplorasi oleh narasumber kami rangkumkan dalam narasi sebagai berikut: Pendahuluan Fenomena dan pemberitaan media yang menayangkan berbagai kasus kejahatan yang korbannya kebanyakan adalah perempuan (wanita). Beberapa kasus kejahatan korbannya perempuan ini diibaratkan bagai Gunung Es, yang mencuat ke permukaan adalah sebagianContinue Reading

Salah satu program The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta ialah Diskusi Bulanan (DIBA) yang diselenggarakan dalam beberapa series. Program ini dimaksudkan untuk mengembangkan kajian tentang Aisyiyah Studies sebagai sistem pengetahuan di perguruan tinggi Aisyiyah. Dalam serial kali ini, The Aisyiyah Center menghadirkan seorang aktivis Aisyiyah yang bergerak melakukan edukasi masyarakat terasing di pedalaman Luwuk-Banggai. Narasumber mengeksplorasi banyak pengalaman tentang pemberdayaan masyarakat terasing di wilayah Luwuk-Banggai. Beberapa pokok pikiran yang dieksplorasi oleh narasumber kami rangkumkan dalam narasi sebagai berikut: Pendahuluan Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, eksploitasi sumber daya alam merupakan salah satu cara dalam meningkatkan pembangunan khususnya pertumbuhan ekonomi. Secara umum dikarenakan keterbatasan modal finansial eksploitasi sumber daya alam dilakukan dengan mengundang intervensi pemodal besar sebagai investor, antaraContinue Reading

Salah satu program The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta ialah Diskusi Bulanan (DIBA) yang diselenggarakan dalam beberapa series. Program ini dimaksudkan untuk mengembangkan kajian tentang Aisyiyah Studies sebagai sistem pengetahuan di perguruan tinggi Aisyiyah. Kedua narasumber mengeksplorasi banyak gagasan dan analisis tentang reposisi perempuan di Perguruan Tinggi. Beberapa pokok pikiran yang dieksplorasi oleh kedua narasumber kami rangkumkan dalam narasi sebagai berikut: Pendahuluan Pendidikan adalah sebuah keharusan. Sreenivasulu (2013, hlm. 32) menjelaskan bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang penting untuk membangun pengetahuan dan keterampilan intelektual bagi manusia. Bhardwaj (2014, hlm. 24) juga turut mendefinisikan pendidikan sebagai ‘’essencial of human virtue’’ yang bermakna bahwa Pendidikan merupakan kebijakan manusia yang paling esensial dan dasar untuk berkehidupan yang baik di masa depan.Continue Reading