Di saat meningkatnya kecemasan global tentang Islam dan bisa dibilang penurunan kesadaran akan kebencian terhadap wanita dan kekerasan terhadap perempuan secara umum, beasiswa tentang persimpangan aktivisme feminis dan kesalehan Islam disambut baik. Buku Rachel Rinaldo Mobilizing Piety: Islam and Feminism in Indonesia menganalisis persimpangan ini melalui kerja lapangan sosiologis dengan empat organisasi feminis di Jakarta, Indonesia, yang masing-masing memposisikan diri vis-à-vis Islam dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di ruang publik dan privat. Sementara para aktivis ini tidak memperdebatkan hak yang sama seperti yang mungkin dilakukan oleh para aktivis feminis Barat, dan bahkan menolak aktivisme yang “berbau Amerika” (77), Rinaldo menunjukkan bahwa mereka mempertahankan visi mereka sendiri tentang feminisme dan masa depan. Dalam prosesnya, Rinaldo menggambarkan para aktivis yangContinue Reading

Buku ini mengkaji tentang makna kerja bagi perempuan di Indonesia kontemporer. Dibutuhkan definisi kerja yang luas untuk menginterogasi asumsi tentang pekerjaan dan aktivitas ekonomi, dengan fokus pada apa yang dilihat perempuan sebagai pekerjaan mereka, yang mencakup tidak hanya pekerjaan yang dibayar, kehidupan rumah tangga dan perawatan anak, tetapi juga aktivitas seputar ritual, penyembuhan dan keagamaan. kehidupan. Ini menganalisis isu-isu kunci, termasuk kontras antara bentuk kerja ‘baru’ dan ‘lama’, hubungan antara pengalaman migrasi dan pekerjaan, dan cara agama – khususnya Islam – membentuk persepsi dan praktik kerja. Ini membahas pekerjaan perempuan di berbagai pengaturan yang berbeda, baik pedesaan maupun perkotaan, dan di lokasi yang berbeda, meliputi Sumatera, Bali, Lombok, Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Berbagai jenis pekerjaan dipertimbangkan: tenagaContinue Reading

Salah satu program The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta ialah Diskusi Bulanan (DIBA) yang diselenggarakan dalam beberapa series. Program ini dimaksudkan untuk mengembangkan kajian tentang Aisyiyah Studies sebagai sistem pengetahuan di perguruan tinggi Aisyiyah. Pada serial kali ini, The Aisyiyah Center menghadirkan akademisi dan aktivis untuk membahas perlindungan perempuan dan anak. Kedua narasumber mengeksplorasi banyak gagasan dan analisis tentang gerakan sosial perlindungan perempuan dan anak. Beberapa pokok pikiran yang dieksplorasi oleh kedua narasumber kami rangkumkan dalam narasi sebagai berikut: Pendahuluan Pembentukan Kelompok Konstituen (KK), salah satu komunitas politis di masyarakat adalah contoh bagus mengenai masyarakat sadar dan peduli terhadap perempuan dan anak. Kelompok ini diperkuat untuk menjadi organ terdepan dalam upaya membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat. PermasalahanContinue Reading

“Strategi bertahan yang paling banyak dilakukan oleh petani adalah memilih berhutang, kemudian mencari akses pasar, berganti jenis tanaman yang ditanam, mengkomunikasikannya kepada kelompok tani, memilih berganti profesi, mengolah hasil pertanian, namun tidak sedikit juga yang memilih tidak melakukan apa-apa dikarenakan ketiadaan akses.” Hal tersebut disampaikan oleh Heny Hikmawati dari Program MAMPU Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dalam acara Diskusi Bulanan (DIBA) The Aisyiyah Studies Universitas Aisyiyah yang digelar secara online di tengah pandemi. Dari riset yang dilakukan di 14 Kabupaten, 49 Kecamatan, 85 Desa/Kelurahan dengan melibatkan 2062 responden tersebut, PP ‘Aisyiyah mencatatkan beberapa temuannya bahwa situasi pandemi Covid-19 sangat berpengaruh kepada kehidupan ekonomi warga miskin juga terhadap akses layanan kesehatan perempuan dan anak. Sebagai warga terdampak, sebanyak 44 persenContinue Reading

Salah satu program The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta ialah Diskusi Bulanan (DIBA) yang diselenggarakan dalam beberapa series. Program ini dimaksudkan untuk mengembangkan kajian tentang Aisyiyah Studies sebagai sistem pengetahuan di perguruan tinggi Aisyiyah. Dalam serial kali ini, The Aisyiyah Center menghadirkan perempuan aktivis kebencanaan untuk memotret perempuan dan kebencanaan. Kedua narasumber mengeksplorasi perspektif Aisyiyah tentang perempuan dan kebencanaan. Beberapa pokok pikiran yang dieksplorasi oleh narasumber kami rangkumkan dalam narasi sebagai berikut: Pendahuluan Berdasar data Susenas 2014 dan 2015, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk Indonesia adalah sebesar 254,9 juta jiwa. Dari data tersebut, rinciannya adalah penduduk laki-laki berjumlah 128,1 juta jiwa dan perempuan berjumlah 126,8 juta jiwa. Perempuan merupakan kelompok masyarakat yang rentan ketika terjadiContinue Reading

Sebagai sebuah institusi di bawah Universitas Aisyiyah Yogyakarta, The Aisyiyah Center merumuskan Rencana Operasional Program setiap tahun akademik. Berikut ini kami sampaikan Rencana Operasional Program The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta Tahun Akademik 2021-2022:Continue Reading

Sebagai sebuah institusi di bawah Universitas Aisyiyah Yogyakarta, The Aisyiyah Center telah melaksanakan program-program yang telah direncanakan. Berikut ini kami sampaikan Laporan Tahunan Program The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta Tahun Akademik 2020-2021:Continue Reading