Universitas Aisyiyah Yogyakarta merupakan kampus yang didirikan oleh Aisyiyah, organisasi perempuan Muhammadiyah. Sebagai kampus yang memperhatikan nilai-nilai perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak, maka The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta kembali menggelar seminar bertajuk “Kampus Ramah Anak”. Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta selenggarakan sosialiasi dan inisiasi menuju kampus ramah anak, kegiatan tersebut diikuti seluruh tenaga kependidikan dan civitas akademika Unisa Yogyakarta, di hall baroroh baried kampus terpadu Unisa Yogyakarta, kamis (09/01). Kegiatan ini merupakan bentuk upaya pemahaman terkait inisiasi kampus ramah anak di lingkungan Unisa Yogyakarta yang  nantinya dapat menciptakan ruang-ruang kedekatan antara anak dengan orang tua yang berada di lingkungan unisa Yogyakarta. Wakil Rektor II Yuli Isnaeni, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom dalam sambutanya menuturkan kegiatan sosialiasi dan inisiasi menujuContinue Reading

The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah kembali menghadirkan discourse series bertajuk Friday Colloquium. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membahas tema-tema khusus yang dikaji secara tematik. Dalam serial Friday Colloquium ini difokuskan pada tema pertumbuhan Generasi Z. Diharapkan bahwa dengan pembahasan tema ini bisa memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pertumbuhan generasi baru, beserta pengaruhnya bagi Aisyiyah ke depan. Narasumber mengeksplorasi banyak gagasan dan analisis tentang tantangan pendidikan bagi Generasi Z dan Alfa. Beberapa pokok pikiran yang dieksplorasi oleh narasumber kami rangkumkan dalam narasi sebagai berikut: Dunia pendidikan sesungguhnya sedang mengalami revolusi pembelajaran. Pergantian generasi yang sedang tumbuh dan berkembang di dunia pendidikan menjadi pemicunya. Mereka memiliki literasi digital yang jauh lebih baik daripada guru mereka. Sebagai digital natives, merekaContinue Reading

Sejak memasuki abad ke-2 semenjak didirikan pada tahun 1917, Aisyiyah sesungguhnya menghadapi perubahan generasi yang dikenal dengan Generasi Z. Dengan usia gerakan yang telah melintasi zaman, Aisyiyah sebenarnya tidak terlalu gamang menghadapi perubahan seperti ini. Meskipun demikian, Generasi Z tetaplah sebuah segment yang berbeda dari generasi-generasi sebelumnya yang memiliki karakter yang khas. Mereka akan menjadi sumber pengkaderan bagi Aisyiyah sebagai “darah segar”, dan sekaligus sebagai sasaran dakwah gerakan Aisyiyah. Oleh karena itu, The Aisyiyah Center menyelenggarakan seragkaian diskusi intensif yang dikemas dengan nama Friday Colloquium of Aisyiyah Studies (FRICAS). Kami mengajak para akademisi, aktivis, peneliti, dan pemerhati Aisyiyah studies untuk terlibat dalam rangkaian diskusi ini. Pada putaran pertama ini mengambil tema besar tentang Aisyiyah dan Strategi AdaptasiContinue Reading

Sebagai sebuah institusi di bawah Universitas Aisyiyah Yogyakarta, The Aisyiyah Center merumuskan Rencana Operasional Program setiap tahun akademik. Berikut ini kami sampaikan Rencana Operasional Program The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta Tahun Akademik 2022-2023:Continue Reading

Sebagai sebuah institusi di bawah Universitas Aisyiyah Yogyakarta, The Aisyiyah Center telah melaksanakan program-program yang telah direncanakan. Berikut ini kami sampaikan Laporan Tahunan Program The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta Tahun Akademik 2021-2022:Continue Reading

Pesantren tradisional yang dikenal sebagai pesantren adalah pusat penting pembelajaran dan budaya Muslim di Indonesia, tetapi makna budaya mereka belum dieksplorasi. Buku ini adalah yang pertama menggali pemahaman gender dan Islam di pesantren dan tarekat sufi di Indonesia. Dengan mempertimbangkan budaya gender Muslim yang berbeda namun terkait di Jawa, Lombok dan Aceh, buku ini mengkaji fungsi pesantren yang lebih luas sebagai kekuatan untuk mendefinisikan ulang mode subjektivitas Muslim yang ada dan mengembangkan yang baru. Ini menunjukkan bagaimana, ketika perempuan Muslim naik ke posisi kekuasaan dan otoritas dalam domain patriarki ini, mereka menantang dan menegosiasikan patriarki Muslim “normatif” sambil membangun “keaslian” Muslim mereka sendiri. Buku ini selanjutnya mempertanyakan perbandingan Islam Indonesia dengan Arab Timur Tengah, menantang adopsi wacanaContinue Reading