Indonesia pernah memiliki Presiden perempuan: Megawati Sukarnoputri. Ada kemungkinan, partainya juga akan mengajukan anaknya, Puan Maharani, sebagai calon Presiden ke depan. Perdebatan seputar pengangkatan perempuan ke kursi kepresidenan membawa isu-isu gender dan politik ke garis depan agenda publik, menimbulkan pertanyaan penting tentang peran yang harus dimainkan perempuan dalam kehidupan publik di Indonesia pasca-Soeharo. Perjuangan untuk mencapai transisi demokrasi pasca-jatuhnya Orde Baru Soeharto pada tahun 1998 juga telah memusatkan perhatian pada isu-isu kesetaraan dan keadilan gender. Buku ini mengeksplorasi relasi gender di Indonesia dan menyajikan gambaran tentang situasi politik, sosial, budaya dan ekonomi perempuan. Volumenya adalah Indonesia Assessment 2001, hasil dari konferensi Indonesia Update tahunan yang diselenggarakan oleh Proyek Indoneisa dan Departemen Perubahan Politik dan Sosial di SekolahContinue Reading

Indonesia memberikan contoh yang sangat menarik tentang keragaman gender. Hubungan sesama jenis, waria dan perilaku lintas gender telah lama dicatat di antara berbagai masyarakat Indonesia. Buku ini mengeksplorasi sifat keragaman gender di Indonesia, dan dengan populasi Muslim terbesar di dunia, mengkaji Islam dalam konteks ini. Berdasarkan penelitian etnografis yang ekstensif, penelitian ini membahas khususnya calalai – individu yang lahir perempuan yang mengidentifikasi diri sebagai bukan perempuan atau laki-laki; calabai – individu kelahiran laki-laki yang juga mengidentifikasi diri sebagai bukan laki-laki atau perempuan; dan bissu – ordo dukun yang mewujudkan unsur perempuan dan laki-laki. Buku ini mengkaji kehidupan dan peran berbagai subjektivitas gender dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ritual berstatus rendah dan tinggi seperti upacara pernikahan, parade busana,Continue Reading

Dalam perdebatan populer tentang hak reproduksi dan seksual, agama formal, khususnya Islam, dipandang sebagai penghalang yang memberikan resistensi institusional dan ideologis terhadap realisasi otonomi reproduksi dan sosial perempuan. Buku ini menantang pandangan sederhana tentang Islam. Berdasarkan penelitian lapangan asli di Indonesia Timur, buku ini mengeksplorasi faktor-faktor kompleks yang mempengaruhi bagaimana perempuan muda Indonesia membentuk subjektivitas seksual mereka. Ini membahas kondisi budaya dan sejarah di mana perempuan Muslim lajang menekan atau mengekspresikan seksualitas mereka, dan mengkaji bagaimana faktor-faktor lain selain Islam secara bersamaan mempengaruhi cara perempuan muda mendekati pacaran, seksualitas dan kesehatan reproduksi di era perubahan sosial yang dinamis. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak sendirian dalam mencoba mengendalikan seksualitas perempuan, juga tidak sepenuhnya berhasil melakukannya. Linda Rae BennettContinue Reading

Di Amerika Serikat, hanya sedikit yang diketahui tentang peran aktif perempuan Muslim selama hampir satu abad dalam budaya keagamaan Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar di dunia. Sementara sebagian besar dunia Muslim mengecualikan perempuan dari domain otoritas keagamaan, dua organisasi Muslim terkemuka di negara itu—Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU)—telah menciptakan jaringan besar yang dipimpin oleh perempuan yang menafsirkan teks-teks suci dan menjalankan pengaruh agama yang kuat. Dalam Women Shaping Islam, Pieternella van Doorn-Harder mengeksplorasi karya para pemimpin wanita kontemporer ini, memeriksa sikap mereka terhadap kebangkitan kaum Islamis radikal; tindakan rezim otoriter Soeharto; pendidikan dan pekerjaan perempuan; pengendalian kelahiran dan keluarga berencana; dan moralitas seksual. Pada akhirnya, van Doorn-Harder mengungkapkan banyak cara di mana para pemimpin perempuan Muslim memahamiContinue Reading

Buku ini mengeksplorasi hubungan antara gender, agama, dan aksi politik di Indonesia, menelaah pola tatanan gender yang berlaku dalam sejarah belakangan ini, dan menunjukkan berbagai bentuk kekuatan sosial yang diberikannya kepada perempuan. Ini menguraikan peran yang dimainkan oleh perempuan dalam gerakan nasionalis, dan peran gerakan perempuan dalam penataan negara Indonesia merdeka, politik periode pasca-kemerdekaan langsung dan transisi ke Orde Baru yang otoriter. Ini menganalisis secara rinci hubungan gender rezim Orde Baru, berfokus pada bentuk keluarga kesatuan yang diharapkan oleh sistem keluarga yang diuraikan dalam ideologi Orde Baru dan implikasi kontradiktif dari pembukaan ekonomi untuk modal dan ide asing, untuk hubungan gender . Ini mengkaji bentuk-bentuk aktivisme politik yang mungkin dilakukan gerakan perempuan di bawah Orde Baru, danContinue Reading

Buku ini akan membawa pembaca ke jantung praksis musik religi di Indonesia, rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia. Anne K. Rasmussen mengeksplorasi soundscape publik yang kaya, di mana wanita melafalkan teks-teks suci Al-Qur’an, dan di mana keragaman yang luar biasa dari gaya dan genre musik Islam yang dipengaruhi Arab, juga dilakukan oleh wanita, berkembang. Berdasarkan penelitian etnografis yang unik dan mengungkap yang dimulai pada akhir “Orde Baru” Suharto dan berlanjut hingga era “Reformasi”, buku ini mempertimbangkan peran musik yang kuat dalam ekspresi nasionalisme agama. Secara khusus berfokus pada gaya musik, peran perempuan, dan isu-isu ideologis dan estetika yang diangkat oleh gaya pengajian Indonesia.Continue Reading

Sebagai salah satu narasumber utama dalam Congress Perempoean Indonesia yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 1928 di Yogyakarta (Mataram), Siti Moendjijah pernah menyampaikan sebuah pidato yang visioner tentang perempuan dalam sidang terbuka pada kongres tersebut. Ia menyampaikan pidatonya dalam bahasa Jawa. Redaksi Majalah Soeara Moehammadijah memandang bahwa pidato tersebut sangat progressive bagi perempuan Islam di Indonesia. Oleh karena itu, pidato ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Tjitrosoebono, salah seorang redaktur di Majalah Soeara Moehammadijah, untuk diterbitkan. Berikut ini kami sajikan isi lengkap Pidato Siti Moendjijah dalam sidang tersebut yang dimuat dalam Majalah Soeara Moehammadijah Nomor 5 + 6 tahun XI, Bulan Agustus 1929.Continue Reading