Loading...
ResearchSekolah Riset Aisyiyah (SRA)Updates

Fatayat NU dalam Perubahan

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini.


  • Topik: Empowering Women through Islam: Fatayat NU between Tradition and Change
  • Penulis: Monika Arnez, a social and cultural anthropologist specializing in environmental and urban anthropology, gender relations, and, more recently, material culture. She has carried out extended field research in Indonesia and Malaysia
  • Pelaksanaan: 15 Juli 2023, di Sekretariat The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Nahdlatul Ulama didirikan pada tahun 1926 di Surabaya oleh sekelompok ulama, Hasjim Asj’ari (w. 1947), Wahab Chasbullah (w. 1971) dan Bisri Syamsuri (w. 1980). Tujuan mereka adalah untuk mewakili kepentingan Islam tradisional, khususnya sistem pesantren. Kiai, pemimpin Islam pesantren, selalu memberikan pengaruh kuat pada masyarakat daerah melalui pengetahuan dan otoritas agama mereka. Nahdlatul Ulama menarik lebih konservatif, Muslim tradisionalis di pedesaan dan kota kecil Jawa, dengan benteng di Jawa Tengah dan Timur. Saat ini NU dikatakan sebagai ormas keagamaan terbesar di Indonesia. Beberapa cendekiawan telah merefleksikan berbagai peran politik, sosial dan agama yang dimainkan organisasi-organisasi ini dalam periode sejarah yang berbeda tetapi untuk waktu yang lama para ulama telah mengabaikan cabang-cabang perempuan NU dan Muhammadiyah. Hal ini menyebabkan beberapa penulis untuk menyatakan bahwa studi tentang organisasi wanita Muslim masih kurang berkembang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir cabang organisasi wanita Muslim semakin menjadi topik penelitian. Bukan tujuan saya untuk memberikan penjelasan menyeluruh tentang semua studi ini, tetapi saya akan menggunakan aspek-aspek tertentu dari karya-karya yang saya anggap penting dalam konteks peran ini.

BACA JUGA:   Griya Lansia: Inovasi Paliative Care
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *