Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Artikel ini menyelidiki sejarah hubungan perempuan dengan politik Islam di Indonesia selama satu abad terakhir. Ini menjawab tiga pertanyaan: bagaimana perempuan Islam telah aktif secara politik di Indonesia, bagaimana perempuan Indonesia telah dipengaruhi oleh politik Islam, dan bagaimana mereka telah mempengaruhi Islam politik. Kemerdekaan menandai titik balik. Pada masa kolonial, perempuan lebih aktif dalam organisasi Islam radikal daripada di organisasi moderat. Namun, sejak kemerdekaan, situasinya telahContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Kajian ini menelusuri perdebatan ulama Indonesia tentang diterimanya seorang perempuan sebagai presiden menurut sumber-sumber Islam. Sebenarnya tujuan dari debat tersebut murni politik dan bertujuan untuk mencegah Megawati Soekarnoputri mencapai posisi presiden. Argumentasi agama digunakan untuk menghindari suara rakyat. Namun, alasan agama sangat bercampur dengan argumen dan bias terhadap perempuan yang berasal dari politik, budaya lokal, dan hierarki sosial. Perdebatan tersebut menarik perhatian nasional karena memunculkan pertanyaan-pertanyaanContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Sementara para cendekiawan kebangkitan Islam telah mencurahkan perhatian pada peningkatan keunggulan hukum Islam [syariat] di ruang publik yang dulu sekuler, kurang perhatian telah diberikan pada tren penyeimbang. Dengan memetakan evolusi hukum Islam selama abad kedua puluh, penulis menunjukkan bahwa syariah adalah produk negosiasi puluhan tahun antara lembaga-lembaga Islam dan otoritas yang lebih sekuler termasuk menteri pemerintah, dokter dan gerakan sosial. Evolusi ini menunjukkan bahwa otoritas sekulerContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Di Jawa, tren yang berkembang di kalangan wanita untuk mengenakan pakaian Islam (“cadar”) menantang tradisi lokal serta model modernitas Barat. Analisis terhadap narasi perempuan Jawa tentang “konversi” ke jilbab dengan latar belakang gerakan Islam kontemporer mengungkapkan bahwa jilbab mewakili kesadaran sejarah baru dan proses transformasi subjektif yang terkait dengan proses perubahan sosial yang lebih besar di Indonesia. Dalam memproduksi diri mereka sebagai Muslim modern, perempuan bercadarContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Diskusi kali ini mengkaji pandangan Muhammadiyah tentang kepemimpinan perempuan yang berperan penting dalam menentukan apakah tuntutan kepemimpinan perempuan dalam gerakan, berdasarkan kasus Muktamar Muhammadiyah ke-45 pada Juli 2005, akan terpenuhi. Tulisan ini memaparkan ketidaksesuaian antara perspektif tersebut dengan praktik kontemporer, dan mengkaji dukungan pendekatan tekstual untuk memahami pesan-pesan ilahi pada perempuan, sentimen hegemonik laki-laki, dan penolakan aturan tindakan afirmatif untuk mengakomodasi perempuan di pengurus pusat Muhammadiyah.Continue Reading

Pesantren tradisional yang dikenal sebagai pesantren adalah pusat penting pembelajaran dan budaya Muslim di Indonesia, tetapi makna budaya mereka belum dieksplorasi. Buku ini adalah yang pertama menggali pemahaman gender dan Islam di pesantren dan tarekat sufi di Indonesia. Dengan mempertimbangkan budaya gender Muslim yang berbeda namun terkait di Jawa, Lombok dan Aceh, buku ini mengkaji fungsi pesantren yang lebih luas sebagai kekuatan untuk mendefinisikan ulang mode subjektivitas Muslim yang ada dan mengembangkan yang baru. Ini menunjukkan bagaimana, ketika perempuan Muslim naik ke posisi kekuasaan dan otoritas dalam domain patriarki ini, mereka menantang dan menegosiasikan patriarki Muslim “normatif” sambil membangun “keaslian” Muslim mereka sendiri. Buku ini selanjutnya mempertanyakan perbandingan Islam Indonesia dengan Arab Timur Tengah, menantang adopsi wacanaContinue Reading

Indonesia pernah memiliki Presiden perempuan: Megawati Sukarnoputri. Ada kemungkinan, partainya juga akan mengajukan anaknya, Puan Maharani, sebagai calon Presiden ke depan. Perdebatan seputar pengangkatan perempuan ke kursi kepresidenan membawa isu-isu gender dan politik ke garis depan agenda publik, menimbulkan pertanyaan penting tentang peran yang harus dimainkan perempuan dalam kehidupan publik di Indonesia pasca-Soeharo. Perjuangan untuk mencapai transisi demokrasi pasca-jatuhnya Orde Baru Soeharto pada tahun 1998 juga telah memusatkan perhatian pada isu-isu kesetaraan dan keadilan gender. Buku ini mengeksplorasi relasi gender di Indonesia dan menyajikan gambaran tentang situasi politik, sosial, budaya dan ekonomi perempuan. Volumenya adalah Indonesia Assessment 2001, hasil dari konferensi Indonesia Update tahunan yang diselenggarakan oleh Proyek Indoneisa dan Departemen Perubahan Politik dan Sosial di SekolahContinue Reading