Loading...
ResearchWacana

Memposisikan Amal Usaha Muhammadiyah dalam Pasar Bebas

Studi kasus layanan kesehatan amal Islam Muhammadiyah di pulau Jawa dan Sumatera, Indonesia, dilakukan pada tahun 2008, untuk menilai dampak privatisasi layanan kesehatan terhadap penyedia layanan berorientasi sosial ini, terutama dalam hal akses bagi masyarakat miskin. Temuan-temuan yang disajikan di sini terutama berkaitan dengan dampak terhadap pelayanan kesehatan dan kontrasepsi ibu dan anak Muhammadiyah. Untuk bertahan dan berkembang di tengah pesaing swasta dan publik, unit perawatan primer Muhammadiyah, yang sebagian besar terdiri dari pusat kesehatan ibu dan anak dan klinik bersalin, jika tidak ditutup sama sekali, diarahkan untuk menyediakan layanan rumah sakit kuratif, dan perawatan yang lebih mahal dan terkadang tidak perlu. Pergeseran populasi pasien dari masyarakat miskin juga telah terjadi, karena tekanan pasar mengubah usaha amal ini menjadi usaha komersial, merugikan perawatan kesehatan reproduksi dan mengurangi akses bagi mereka yang paling membutuhkan. Peningkatan peran penatagunaan oleh pemerintah diperlukan untuk mengatur sektor swasta, bersama dengan pemikiran serius tentang masa depan perawatan primer dan reventive dan promosi kesehatan, termasuk untuk perawatan kesehatan reproduksi yang komprehensif. Pengabaian elemen-elemen inti perawatan primer di Indonesia ini dapat memburuk seiring dengan berlanjutnya privatisasi dan pertimbangan keuntungan menjadi lebih mendesak dengan meningkatnya persaingan.

BACA JUGA:   Fatwa, Purifikasi, dan Dinamisasi Tarjih Muhammadiyah
Leave a Reply

Your email address will not be published.