In a conference space, difference becomes visible in subtle ways—accents, clothing, references, even the pace of speech. Participants arrive carrying their own worlds: histories, struggles, and ways of understanding faith and society. What appears, at first glance, as a shared platform is in fact a convergence of many distinct realities. ICAS 2026 will bring together Muslim women from diverse regions, each shaped by local contexts that cannot easily be translated into universal terms. The question is not whether these differences exist—they are inevitable—but whether they can become the basis of solidarity rather than fragmentation. The Challenge of Solidarity Solidarity is often invoked as an ideal, but its construction is far from simple. It requires more than sharedContinue Reading

Di tengah arus zaman yang bergerak cepat—ditandai oleh krisis ekologis, disrupsi teknologi, dan fragmentasi sosial—perbincangan tentang perempuan seringkali terjebak dalam dua kutub: antara glorifikasi simbolik dan reduksi praktis. Perempuan dipuji sebagai “pilar peradaban”, tetapi dalam kenyataan, suara dan perannya kerap dipinggirkan dalam pengambilan keputusan strategis. Dalam konteks ini, Risalah Perempuan Berkemajuan hadir bukan sekadar sebagai dokumen normatif, tetapi sebagai arah ideologis yang menuntut pembacaan ulang, penghayatan, dan terutama penghidupan dalam realitas. Namun, setiap risalah memiliki keterbatasannya: ia padat, normatif, dan seringkali berbicara dalam bahasa prinsip. Ia memerlukan jembatan agar dapat menjangkau ruang praksis yang konkret. Di sinilah pentingnya syarah. Dalam tradisi keilmuan Islam, syarah bukan sekadar penjelasan; ia adalah bentuk dialog intelektual lintas waktu—upaya menghidupkan teks agarContinue Reading

To ensure academic coherence, intellectual depth, and a shared scholarly standard, all papers presented at ICAS 2026 are expected to follow the official template of the Journal of Aisyiyah Studies. This template is designed not merely as a technical formatting guide, but as a conceptual framework that reflects the journal’s distinctive identity. Authors are required to use the template consistently in preparing their full papers, including structure, citation style, and overall presentation. The official template can be downloaded here: “The Template of Full Paper” Title The title should be concise, conceptually precise, and analytically grounded. It must reflect the central argument, theoretical contribution, or critical perspective of the paper rather than merely describing the topic. A strongContinue Reading

Yogyakarta — Peluncuran dan diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang temu lintas jejaring yang memperlihatkan luasnya resonansi gagasan perempuan berkemajuan. Tercatat sebanyak 214 peserta hadir, merepresentasikan spektrum yang beragam dari lingkungan ‘Aisyiyah, Muhammadiyah, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil. Peserta datang dari berbagai level kepemimpinan ‘Aisyiyah, mulai dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY, hingga Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah dari Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Kehadiran ini menunjukkan bahwa isu yang diangkat dalam buku syarah memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan gerakan di berbagai tingkatan. Selain itu, turut hadir Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah Gamping, serta utusan dari organisasi otonom Muhammadiyah seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan NasyiatulContinue Reading

Yogyakarta — Dalam rangkaian kegiatan peluncuran dan diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan, Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, Dr. Muhammad Ali Imron, menegaskan pentingnya menghubungkan produksi gagasan dengan dampak nyata bagi masyarakat. Sebagai pembina sekaligus atasan langsung The Aisyiyah Center (TAC), ia melihat kegiatan ini sebagai bagian dari strategi besar penguatan peran kampus dalam pengembangan ilmu yang berorientasi pada kemaslahatan. Dalam pernyataannya, Dr. Ali Imron menekankan bahwa kehadiran buku syarah ini menunjukkan kapasitas UNISA sebagai institusi yang mampu menghasilkan karya intelektual yang tidak hanya kuat secara konseptual, tetapi juga relevan secara sosial. Ia menilai bahwa Risalah Perempuan Berkemajuan merupakan fondasi ideologis yang penting, dan syarah menjadi langkah lanjut untuk menjadikannya lebih operasional dan berdampak. Ia juga menggarisbawahiContinue Reading

Yogyakarta — Sebagai bagian dari tim penyelenggara, The Aisyiyah Center (TAC) UNISA Yogyakarta menegaskan bahwa peluncuran dan diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan bukan sekadar agenda akademik, tetapi bagian dari strategi gerakan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris TAC, Fitri Maulidah Rahmawati, S.E., M.M. Dalam pernyataannya, Fitri menekankan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai titik temu antara gagasan dan implementasi. Menurutnya, TAC memposisikan diri tidak hanya sebagai pusat kajian, tetapi sebagai platform penggerak yang memastikan bahwa setiap produk pemikiran memiliki jalur keberlanjutan dalam bentuk program, riset, maupun intervensi sosial. Ia melihat buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan sebagai salah satu fondasi penting dalam memperkuat arah kerja TAC ke depan. Syarah ini, dalam pandangannya, menyediakan kerangka ideologis yang lebih operasional, yangContinue Reading

Yogyakarta — Sebagai salah satu penyelenggara kegiatan peluncuran dan diskusi buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan, Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menegaskan perannya bukan sekadar sebagai ruang penyimpanan pengetahuan, tetapi sebagai ruang hidup gagasan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Perpustakaan UNISA Yogyakarta, Zeni Istiqamah, M.IP. Dalam pernyataannya, Zeni menekankan bahwa keterlibatan perpustakaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi peran institusi perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyedia koleksi, tetapi sebagai co-creator dalam ekosistem keilmuan—menghadirkan ruang pertemuan antara teks, penulis, dan pembaca dalam satu dinamika intelektual yang hidup. Ia melihat peluncuran buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan sebagai momentum penting untuk menghidupkan tradisi literasi yang lebih reflektif dan dialogis. Buku, dalam pandangannya, tidak berhenti sebagaiContinue Reading