Loading...
Laporan RisetResearchUpdates

Riset Aisyiyah: Berhutang sebagai Strategi Bertahan di tengah Pandemi

“Strategi bertahan yang paling banyak dilakukan oleh petani adalah memilih berhutang, kemudian mencari akses pasar, berganti jenis tanaman yang ditanam, mengkomunikasikannya kepada kelompok tani, memilih berganti profesi, mengolah hasil pertanian, namun tidak sedikit juga yang memilih tidak melakukan apa-apa dikarenakan ketiadaan akses.” Hal tersebut disampaikan oleh Heny Hikmawati dari Program MAMPU Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dalam acara Diskusi Bulanan (DIBA) The Aisyiyah Studies Universitas Aisyiyah yang digelar secara online di tengah pandemi.

Dari riset yang dilakukan di 14 Kabupaten, 49 Kecamatan, 85 Desa/Kelurahan dengan melibatkan 2062 responden tersebut, PP ‘Aisyiyah mencatatkan beberapa temuannya bahwa situasi pandemi Covid-19 sangat berpengaruh kepada kehidupan ekonomi warga miskin juga terhadap akses layanan kesehatan perempuan dan anak.

Sebagai warga terdampak, sebanyak 44 persen responden yang berprofesi sebagai petani, disebut oleh Heny menerima bantuan. Namun terdapat 55 persen yang tidak menerima bantuan baik dari pemerintah, ormas, kelompok tani, swasta, tempat ibadah, keluarga. Lebih lanjut, tergambar juga bahwa pandemi memutus rantai penghasilan sebagian besar responden. “73 persen responden menyatakan penghasilannya berkurang, 43 persen responden mengaku berpenghasilan kurang dari 500.000 per bulan.”

Di tengah kesulitan ekonomi, solusi pemerintah untuk membantu masyarakat dengan memberikan beragam program bantuan sosial ternyata juga mengalami kendala yang tidak sedikit. Hasil riset ‘Aisyiyah menunjukan bahwa ada ragam masalah pada implementasi program bantuan sosial. “33 persen yang menyampaikan belum terdaftar dalam DTKS dan berdasarkan data wawancara pada perangkat desa/Tim satgas Covid-19 di 85 desa, 58 persen menyatakan masih ada kesalahan data penerima Bansos di luar program BLT DD.” Selain itu, Heni menambahkan bahwa bantuan sosial juga belum banyak menyasar secara spesifik pada kebutuhan khusus perempuan dimana baru 38 persen ibu hamil yang menyatakan mendapatkan bantuan.

BACA JUGA:   Aisyiyah Bergerak di Pedalaman: Pengalaman dari Banggai

Hasil Riset yang dipaparkan dalam acara Refreshment Qaryah Thayyibah MAMPU ‘Aisyiyah yang dilaksanakan secara daring pada Jum’at (19/3) dan diikuti Pimpinan Wilayah serta Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah ini, Sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah menyampaikan beberapa rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi perhatian semua pihak. “Salah satu rekomendasi yang ada bahwa dalam kondisi respons bencana, diperlukan strategi-strategi recovery jangka panjang untuk pemberdayaan ekonomi kelompok yang terdampak sesuai dengan profesinya misalnya petani, nelayan, buruh/karyawan, pekerja nonformal, dan pelaku UMKM,” papar Tri. Diharapkan juga akan ada pendataan secara komprehensif dalam kondisi bencana terhadap kelompok-kelompok marginal dan rentan misalnya kelompok disabilitas, ibu hamil, balita stunting, dan lansia. (Suri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *