Sejak memasuki abad ke-2 semenjak didirikan pada tahun 1917, Aisyiyah sesungguhnya menghadapi perubahan generasi yang dikenal dengan Generasi Z. Dengan usia gerakan yang telah melintasi zaman, Aisyiyah sebenarnya tidak terlalu gamang menghadapi perubahan seperti ini. Meskipun demikian, Generasi Z tetaplah sebuah segment yang berbeda dari generasi-generasi sebelumnya yang memiliki karakter yang khas. Mereka akan menjadi sumber pengkaderan bagi Aisyiyah sebagai “darah segar”, dan sekaligus sebagai sasaran dakwah gerakan Aisyiyah. Oleh karena itu, The Aisyiyah Center menyelenggarakan seragkaian diskusi intensif yang dikemas dengan nama Friday Colloquium of Aisyiyah Studies (FRICAS). Kami mengajak para akademisi, aktivis, peneliti, dan pemerhati Aisyiyah studies untuk terlibat dalam rangkaian diskusi ini. Pada putaran pertama ini mengambil tema besar tentang Aisyiyah dan Strategi AdaptasiContinue Reading

Sebagai sebuah institusi di bawah Universitas Aisyiyah Yogyakarta, The Aisyiyah Center merumuskan Rencana Operasional Program setiap tahun akademik. Berikut ini kami sampaikan Rencana Operasional Program The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta Tahun Akademik 2022-2023:Continue Reading

Sebagai sebuah institusi di bawah Universitas Aisyiyah Yogyakarta, The Aisyiyah Center telah melaksanakan program-program yang telah direncanakan. Berikut ini kami sampaikan Laporan Tahunan Program The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta Tahun Akademik 2021-2022:Continue Reading

Pesantren tradisional yang dikenal sebagai pesantren adalah pusat penting pembelajaran dan budaya Muslim di Indonesia, tetapi makna budaya mereka belum dieksplorasi. Buku ini adalah yang pertama menggali pemahaman gender dan Islam di pesantren dan tarekat sufi di Indonesia. Dengan mempertimbangkan budaya gender Muslim yang berbeda namun terkait di Jawa, Lombok dan Aceh, buku ini mengkaji fungsi pesantren yang lebih luas sebagai kekuatan untuk mendefinisikan ulang mode subjektivitas Muslim yang ada dan mengembangkan yang baru. Ini menunjukkan bagaimana, ketika perempuan Muslim naik ke posisi kekuasaan dan otoritas dalam domain patriarki ini, mereka menantang dan menegosiasikan patriarki Muslim “normatif” sambil membangun “keaslian” Muslim mereka sendiri. Buku ini selanjutnya mempertanyakan perbandingan Islam Indonesia dengan Arab Timur Tengah, menantang adopsi wacanaContinue Reading

Indonesia pernah memiliki Presiden perempuan: Megawati Sukarnoputri. Ada kemungkinan, partainya juga akan mengajukan anaknya, Puan Maharani, sebagai calon Presiden ke depan. Perdebatan seputar pengangkatan perempuan ke kursi kepresidenan membawa isu-isu gender dan politik ke garis depan agenda publik, menimbulkan pertanyaan penting tentang peran yang harus dimainkan perempuan dalam kehidupan publik di Indonesia pasca-Soeharo. Perjuangan untuk mencapai transisi demokrasi pasca-jatuhnya Orde Baru Soeharto pada tahun 1998 juga telah memusatkan perhatian pada isu-isu kesetaraan dan keadilan gender. Buku ini mengeksplorasi relasi gender di Indonesia dan menyajikan gambaran tentang situasi politik, sosial, budaya dan ekonomi perempuan. Volumenya adalah Indonesia Assessment 2001, hasil dari konferensi Indonesia Update tahunan yang diselenggarakan oleh Proyek Indoneisa dan Departemen Perubahan Politik dan Sosial di SekolahContinue Reading

Indonesia memberikan contoh yang sangat menarik tentang keragaman gender. Hubungan sesama jenis, waria dan perilaku lintas gender telah lama dicatat di antara berbagai masyarakat Indonesia. Buku ini mengeksplorasi sifat keragaman gender di Indonesia, dan dengan populasi Muslim terbesar di dunia, mengkaji Islam dalam konteks ini. Berdasarkan penelitian etnografis yang ekstensif, penelitian ini membahas khususnya calalai – individu yang lahir perempuan yang mengidentifikasi diri sebagai bukan perempuan atau laki-laki; calabai – individu kelahiran laki-laki yang juga mengidentifikasi diri sebagai bukan laki-laki atau perempuan; dan bissu – ordo dukun yang mewujudkan unsur perempuan dan laki-laki. Buku ini mengkaji kehidupan dan peran berbagai subjektivitas gender dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ritual berstatus rendah dan tinggi seperti upacara pernikahan, parade busana,Continue Reading