Sebagai sebuah pusat studi di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, The Aisyiyah Center melakukan sebuah riset tentang AISYIYAH DAN PERTUMBUHAN RUANG KETIGA BAGI ANAK MUDA DI UNISA YOGYAKARTA. Diskursus tentang Ruang Ketiga di perguruan tinggi menjadi relevan di UNISA, karena input mahasiswa di kampus ini berasal dari latar belakang kultural dan keagamaan yang berbeda-beda, sementara UNISA sendiri menerapkan kebijakan keagamaan Muhammadiyah dan Aisyiyah: Islam Berkemajuan. Hal ini berpotensi untuk pertumbuhan ruang ketiga, yaitu kemunculan ruang ekspresi baru di antara dua konsep atau wacana yang berbeda (Bhabha, 1994). Dalam konteks UNISA, kebijakan UNISA dengan prinsip Islam Berkemajuan diandaikan sebagai Ruang Pertama, sedangkan mahasiswa UNISA yang datang dari beragam latar belakang budaya dan keagamaan diandaikan sebagai Ruang Kedua. Maka, interaksi (mungkinContinue Reading

Salah satu program The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta ialah Diskusi Bulanan (DIBA) yang diselenggarakan dalam beberapa series. Program ini dimaksudkan untuk mengembangkan kajian tentang Aisyiyah Studies sebagai sistem pengetahuan di perguruan tinggi Aisyiyah. Dalam serial kali ini, The Aisyiyah Center menghadirkan seorang perempuan ahli sejarah dari Universitas Al-Azhar, Kairo. Kegiatan ini dilaksanakan dengan kerjasama antara The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta dan Gerakan Perempuan Berkemajuan. Narasumber mengeksplorasi perspektif sejarah Islam tentang perempuan berkemajuan. Kami rangkumkan penjelasan Dr. Nahla melalui narasi berikut ini: Pendahuluan Sebelum hadirnya ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW telah banyak peradaban-peradaban besar yang lahir dan berkembang di dunia, seperti Yunani, Romawi, India, Cina Mesir dan lain-lain. Disamping itu juga dikenal adanya agama-agamaContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Nahdlatul Ulama didirikan pada tahun 1926 di Surabaya oleh sekelompok ulama, Hasjim Asj’ari (w. 1947), Wahab Chasbullah (w. 1971) dan Bisri Syamsuri (w. 1980). Tujuan mereka adalah untuk mewakili kepentingan Islam tradisional, khususnya sistem pesantren. Kiai, pemimpin Islam pesantren, selalu memberikan pengaruh kuat pada masyarakat daerah melalui pengetahuan dan otoritas agama mereka. Nahdlatul Ulama menarik lebih konservatif, Muslim tradisionalis di pedesaan dan kota kecil Jawa, denganContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Nasyi’atul Aisyiyah merupakan salah satu organisasi otonom putri Muhammadiyah. Organisasi ini menyerap keanggotaan yang beragam. Dalam keragaman itu terjadi dialektika di antara putri-putri Muhammadiyah dengan segala dinamikanya. Hal ini menjadikan identitas sebagai putri Muhammadiyah selalu dinegosiasikan dengan dinamika yang terjadi dalam internal organisasi. Artikel berikut akan mengulas dinamika tersebut.Continue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Artikel ini menyelidiki sejarah hubungan perempuan dengan politik Islam di Indonesia selama satu abad terakhir. Ini menjawab tiga pertanyaan: bagaimana perempuan Islam telah aktif secara politik di Indonesia, bagaimana perempuan Indonesia telah dipengaruhi oleh politik Islam, dan bagaimana mereka telah mempengaruhi Islam politik. Kemerdekaan menandai titik balik. Pada masa kolonial, perempuan lebih aktif dalam organisasi Islam radikal daripada di organisasi moderat. Namun, sejak kemerdekaan, situasinya telahContinue Reading

Dalam rangka mendorong tumbuhnya minat riset tentang Aisyiyah, The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan “Sekolah Riset Aisyiyah“. Kegiatan ini merupakan serial diskusi kecil yang membahas hasil-hasil riset tentang Aisyiyah dan perempuan di Indonesia. Beberapa artikel jurnal atau buku yang membahas tentang Aisyiyah dan perempuan Indonesia dibahas dalam serial diskusi ini. Kajian ini menelusuri perdebatan ulama Indonesia tentang diterimanya seorang perempuan sebagai presiden menurut sumber-sumber Islam. Sebenarnya tujuan dari debat tersebut murni politik dan bertujuan untuk mencegah Megawati Soekarnoputri mencapai posisi presiden. Argumentasi agama digunakan untuk menghindari suara rakyat. Namun, alasan agama sangat bercampur dengan argumen dan bias terhadap perempuan yang berasal dari politik, budaya lokal, dan hierarki sosial. Perdebatan tersebut menarik perhatian nasional karena memunculkan pertanyaan-pertanyaanContinue Reading

The Aisyiyah Center Universitas Aisyiyah kembali menghadirkan discourse series bertajuk Friday Colloquium. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membahas tema-tema khusus yang dikaji secara tematik. Dalam serial Friday Colloquium ini difokuskan pada tema pertumbuhan Generasi Z. Diharapkan bahwa dengan pembahasan tema ini bisa memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pertumbuhan generasi baru, beserta pengaruhnya bagi Aisyiyah ke depan. Narasumber mengeksplorasi banyak gagasan dan analisis tentang fenomena keberagamaan di kalangan Generasi Z. Beberapa pokok pikiran yang dieksplorasi oleh narasumber kami rangkumkan dalam narasi sebagai berikut: Fenomena, gejala, dan ekspresi keagamaan kontemporer di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia sangat kompleks. Itu dilihat dalam kemunculan dan perkembangan teologi, doktrin, dan ritual agama itu sendiri maupun terkait bidang-bidang kehidupan lain. Fenomena agama dalamContinue Reading