Sebagai sebuah pusat studi di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, The Aisyiyah Center melakukan sebuah riset tentang AISYIYAH DAN PERTUMBUHAN RUANG KETIGA BAGI ANAK MUDA DI UNISA YOGYAKARTA. Diskursus tentang Ruang Ketiga di perguruan tinggi menjadi relevan di UNISA, karena input mahasiswa di kampus ini berasal dari latar belakang kultural dan keagamaan yang berbeda-beda, sementara UNISA sendiri menerapkan kebijakan keagamaan Muhammadiyah dan Aisyiyah: Islam Berkemajuan. Hal ini berpotensi untuk pertumbuhan ruang ketiga, yaitu kemunculan ruang ekspresi baru di antara dua konsep atau wacana yang berbeda (Bhabha, 1994). Dalam konteks UNISA, kebijakan UNISA dengan prinsip Islam Berkemajuan diandaikan sebagai Ruang Pertama, sedangkan mahasiswa UNISA yang datang dari beragam latar belakang budaya dan keagamaan diandaikan sebagai Ruang Kedua. Maka, interaksi (mungkinContinue Reading

“Strategi bertahan yang paling banyak dilakukan oleh petani adalah memilih berhutang, kemudian mencari akses pasar, berganti jenis tanaman yang ditanam, mengkomunikasikannya kepada kelompok tani, memilih berganti profesi, mengolah hasil pertanian, namun tidak sedikit juga yang memilih tidak melakukan apa-apa dikarenakan ketiadaan akses.” Hal tersebut disampaikan oleh Heny Hikmawati dari Program MAMPU Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dalam acara Diskusi Bulanan (DIBA) The Aisyiyah Studies Universitas Aisyiyah yang digelar secara online di tengah pandemi. Dari riset yang dilakukan di 14 Kabupaten, 49 Kecamatan, 85 Desa/Kelurahan dengan melibatkan 2062 responden tersebut, PP ‘Aisyiyah mencatatkan beberapa temuannya bahwa situasi pandemi Covid-19 sangat berpengaruh kepada kehidupan ekonomi warga miskin juga terhadap akses layanan kesehatan perempuan dan anak. Sebagai warga terdampak, sebanyak 44 persenContinue Reading