Nama Siti Walidah selalu lekat dengan nama besar suaminya, Kiai Haji Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah. Bukan sekali dua kali Siti Walidah terlibat dalam kegiatan-kegiatan organisasi pembaruan Islam yang berbasis di Yogyakarta itu. Kepemimpinan Siti Walidah di balik layar membuatnya sering dijuluki “Ibu Muhammadiyah”. Siti Walidah lahir di Kampung Kauman Yogyakarta pada 3 Januari 1872. Di kampung itulah Walidah mendapatkan pelajaran agama dan pengetahuan dasar dari keluarganya. Ia sudah pandai mengaji sedari kecil berkat ajaran langsung sang ayah, seorang ulama terpandang di kampungnya. Menurut buku Nyai Ahmad Dahlan (1981) yang ditulis Suratmin, ayah Walidah merupakan kiai penghulu Keraton Yogyakarta bernama Haji Muhammad Fadlil. Selain menjadi penghulu, sang kiai juga dikenal sebagai juragan batik. Bersama istri satu-satunya, Kiai FadlilContinue Reading

Aisyiyah merupakan organisasi otonom bagi wanita Muhammadiyah yang dibentuk oleh Siti Walidah atau yang biasa dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan bersama dengan suaminya, Kiai Haji Ahmad Dahlan. Aisyiyah didirikan pada tanggal 19 Mei 1917 (27 Rajab 1335 H) di Yogyakarta. Organisasi ini terbentuk di waktu yang bersamaan dengan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada tanggal 27 Rajab 1335 H. Tujuan dibentuknya organisasi ini yaitu sebagai wadah pergerakan bagi kaum wanita Muhammadiyah. Pada awalnya, organisasi ini memiliki nama Sopo Tresno, yang memiliki makna literal ‘siapa suka atau siapa cinta’. Lahirnya Sopo Tresno digagasi oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan bersama istrinya, Nyai Ahmad Dahlan. Pada waktu itu, Sopo Tresno belum menjadi organisasi, hanya suatu forum pengajian untuk wanita,Continue Reading