Yogyakarta — The Aisyiyah Center (TAC) Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta bekerja sama dengan Perpustakaan UNISA Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Launching & Bedah Buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan pada Rabu, 22 April 2026, bertempat di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah, UNISA Yogyakarta. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan dihadiri oleh akademisi, aktivis ‘Aisyiyah, serta sivitas akademika.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat, yang menegaskan bahwa UNISA Yogyakarta memiliki kebanggaan tersendiri sebagai ruang tumbuhnya gagasan-gagasan besar ‘Aisyiyah. Ia menyampaikan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga menjadi basis inkubasi pemikiran yang mampu memberi arah bagi gerakan perempuan berkemajuan di Indonesia.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PP ‘Aisyiyah, Evi Sofia Inayati, yang menekankan pentingnya kehadiran buku ini dalam lanskap gerakan. Menurutnya, Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan merupakan langkah strategis dalam memperkuat dan mengoperasionalkan Risalah Perempuan Berkemajuan yang dihasilkan dalam Muktamar ‘Aisyiyah. Ia menyebut risalah tersebut sebagai “manifesto gerakan perempuan” yang membutuhkan pembacaan lebih mendalam agar dapat diimplementasikan secara luas dan kontekstual.
Dalam sesi paparan, Dr. Askuri, M.Si. selaku penulis menjelaskan bahwa syarah ini tidak dimaksudkan sekadar sebagai penjelasan teks, tetapi sebagai teks penggerak. Ia menempatkan syarah sebagai upaya membuka ruang tafsir yang dinamis, sehingga risalah tidak berhenti sebagai dokumen normatif, melainkan menjadi sumber inspirasi praksis yang hidup di tengah masyarakat.
Pandangan kritis dan konstruktif disampaikan oleh para pembahas. Dr. Siti ‘Aisyah, M.Ag. menegaskan bahwa kehadiran syarah ini harus diikuti dengan langkah strategis berupa sosialisasi yang masif ke seluruh jejaring ‘Aisyiyah. Menurutnya, kekuatan risalah tidak hanya terletak pada gagasan, tetapi pada sejauh mana ia dipahami dan dihidupkan oleh kader di berbagai level.
Sementara itu, Ro’fah, Ph.D menyoroti bahwa syarah ini memiliki garis yang kuat dengan ideologi transformatif. Ia melihat buku ini sebagai bagian dari upaya memperkuat orientasi perubahan sosial dalam gerakan perempuan, yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga kritis dan progresif dalam merespons tantangan zaman.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai respons dari peserta yang menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pengembangan wacana perempuan berkemajuan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang peluncuran buku, tetapi juga forum refleksi bersama tentang bagaimana risalah dapat terus dihidupkan sebagai basis gerakan intelektual dan sosial.
Melalui kegiatan ini, The Aisyiyah Center menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan gagasan yang menjembatani antara teks, pemikiran, dan praktik. Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan diharapkan menjadi salah satu pijakan penting dalam memperkuat arah gerakan perempuan Islam yang berkemajuan, berkeadaban, dan berorientasi pada transformasi sosial.



